METODE WORD SQUARE DAPAT MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA
KELAS II TERUTAMA PELAJARAN IPA
Pendidikan merupakan upaya untuk mendidik generasi penerus
bangsa agar memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi dan sesuai dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mereka diharapkan memiliki
kemampuan yang dapat dijadikan bekal hidup dimana mereka akan terjun ke
masyarakat. Untuk mencapai semua itu, pendidikan harus selalu
mengadakan adaptasi terhadap perkembangan jaman. Perwujudan masyarakat
berkualitas menjadi tanggung jawab pendidikan, terutama dalam menyiapkan
peserta didik menjadi subyek yang semakin berperan menampilkan keunggulan
dirinya yang tangguh, kreatif, mandiri dan profesional pada bidang
masing-masing.
Rendahnya
keaktifan siswa dalam pembelajaran di kelas berpengaruh terhadap prestasi siswa
yang kurang memuaskan yang dapat dilihat dari
nilai tugas harian. Siswa yang cenderung aktif mendapatkan nilai tugas harian
yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang cenderung pasif dalam pembelajaran.
Hal ini dikarenakan siswa yang pasif, mereka jarang bertanya kepada guru
mengenai materi yang kurang mereka mengerti.
Salah
satu pemecahan masalah ini adalah dengan mencoba mengaktifkan siswa dengan cara
pembelajaran kooperatif yang menyatakan
bahwa pembelajaran di mana siswa belajar bersama, saling menyumbangkan pikiran
dan bertanggung jawab terhadap pencapaian hasil belajar secara individu maupun
kelompok. Pembelajaran kooperatif dapat memberikan
keuntungan, baik bagi siswa kelompok atas, menengah, maupun siswa kelompok
bawah yang bekerja sama dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik.
Hal penting dalam pembelajaran kooperatif adalah kemampuan untuk menerima
segala perbedaan yang ada pada setiap anggota kelompok yang pada akhirnya dapat
memberikan suatu keterampilan bekerja sama dan berkolaborasi.
Di dalam pelaksanaan
pembelajaran, terdapat berbagai jenis metode atau model pembelajaran
inovatif yang dapat digunakan, salah
satunya adalah pembelajaran Word Square. Pembelajaran
Word Square akan membantu siswa untuk
belajar untuk mandiri dan memberikan inovasi dalam kegiatan pembelajaran
sehingga kegiatan di dalam kelas tidak monoton dan membosankan.
A. Pembelajaran word square .
Word Square adalah salah satu pembelajaran
inovatif yang bisa membantu guru untuk memberikan keragaman kegiatan
pembelajaran. Karena kegiatan pembelajaran yang monoton akan membuat siswa
menjadi malas dan kurang berantusias mengikuti kegiatan pembelajaran.
Langkah-langkah dari Word Square sebagai
berikut:
1.
Sampaikan materi sesuai dengan kompetensi
2.
Membagikan lembar kegiatan sesuai contoh
3.
Siswa disuruh menjawab soal kemudian dengan benar
dalam lembar jawaban dengan benar
4.
Guru memberikan poin setiap jawaban dalam lembar
jawaban.
B.
Keaktifan Siswa.
Menurut Yamin (2007:81) belajar aktif:
Belajar aktif merupakan fungsi interaksi antara individu dan situasi di
sekitarnya yang ditentukan oleh indikator merupakan pengembangan dari
kompetensi dasar. Interaksi yang terus menerus menimbulkan
pengalaman-pengalaman dan keinginan untuk memahami sesuatu yang baru, yang
belum dipahami, atau yang belum dialami.
Yamin (2007:82) menyimpulkan “belajar
aktif adalah suatu usaha manusia membangun pengetahuan dalam dirinya. Dalam
proses pembelajaran terjadi perubahan dan peningkatan mutu kemampuan,
pengetahuan, keterampilan siswa, baik dalam ranah kognitif, psikomotorik, dan
afektif”.
Menurut Bonwell pembelajaran aktif memiliki karakteristik
sebagai berikut:
1. Penekanan
proses pembelajaran bukan pada penyampaian informasi oleh pengaja melainkan
pengembangan ketrampilan pemikiran analitis dan kritis terhadap topik atau
permasalahan yang dibahas.
2. Siswa
tidak hanya mendengarkan pelajaran secara pasif, tetapi mengajarkan sesuatu
yang berkaitan dengan materi pelajaran.
3. Penekanan
pada ekplorasi nilai-nilai dan
sikap-sikap berkenaan dengan materi.
4. Siswa
lebih banyak dituntut berpikir kritis, menganalisa dan melakukan evaluasi.
5. Umpan
balik yang lebih cepat akan terjadi pada proses pembelajaran.
C.
Jenis-jenis
Aktivitas
Menurut buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah
Universitas Negeri Malang (UM, 2010:58) dinyatakan bahwa “Guru adalah pihak
yang merasakan adanya masalah yang perlu diselesaikan, oleh karena itu,
kehadiran guru di dalam kancah kegiatan sangatlah penting artinya agar dapat
menghayati apa yang sebenarnya terjadi di lapangan”. Dari paparan diatas maka
peran guru di dalam kegiatan di lapangan mutlak
diperlukan, karena guru bertindak sebagai instrument kunci yakni sebagai
pengumpul data, penganalisis data, pengamat, pewawancara, sekaligus sebagai
fasilitator dalam proses pembelajaran dalam upaya mengatasi masalah keaktifan siswa yang
rendah. guru bertindak untuk melangsungkan proses pembelajaran yang menerapkan
metode pembelajaran berupa Word Square guna mencapai keberhasilan berupa peningkatan keaktifan
siswa.
D. Kriteria keberhasilan penggunaan metode word square
Kegiatan ini disebut berhasil jika lebih dari 50%
siswa memiliki hasil belajar lebih besar dari Kreteria Ketuntasan Materi ( KKM
). Diskripsi data ini diperoleh dari data siklus yang dilakukan dalam Instrumen
penilaian yang dianalisa untuk diambil skor. Sistim pemberian skor didasarkan
pada jawaban yang benar. Dengan menggunakan siklus penilaian
Pada
siklus pertama diperoleh nilai rata-rata siswa, nilai tersebut apabila masih
sangat kurang perlu diadakan siklus 2. Pada saat dilaksanakan siklus pertama
guru mencatat respon siswa terhadap materi yang masih kurang. Siswa kurang
berminat pada penjelasan guru dan enggan untuk melaksanakan tugas menjawab
pertanyaan mengenai materi. Kemudian dilaksanakan siklus kedua dengan tahapan
yang sama dengan siklus pertama . Pada siklus
kedua ini guru mulai membenahi kekurangan-kekurangan yang terjadi pada
siklus 1.
Peningkatan pada siklus 2 tersebut dapat diketahui dari
perbandingan nilai rata-rata siswa pada siklus pertama dan siklus kedua.
Barulah berhasil kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode Word Square.
E. Kesimpulan
1.
Pembelajaran Word Square dapat meningktkan keaktifan
belajar siswa terutama kelas II
2.
Prestasi siswa kelas II lebih meningkat terutama
mata pelajaran IPA pada kompetensi dasar
mengidentifikasi kenampakan matahari pada pagi, siang dan sore hari setelah
menggunakan Pembelajaran Word Square..
F. Harapan
1.
Semoga kwalitas pembelajaran di sekolah lebih
meningkat.
2.
Semoga guru dapat mencoba dan menerapkan metode
pembelajaran ini di kelas untuk meningkatkan kinerjanya.

