PENINGKATAN HASIL
BELAJAR MENGHUBUNGKAN DAN MENYEBUTKAN TULISAN
SEDERHANA DENGAN SIMBOL YANG
MELAMBANGKANNYA
DENGAN METODE CERAMAH BERVARIASI SISWA
SEMESTER II TK WARDHANA BENDO
Oleh: Sami, S.Pd
TK WARDHANA BENDO
Abstrak :
Tujuan Penelitian Tindakan Kelas yang ingin dicapai oleh penulis adalah
Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan siswa mengenai menghubungkan dan menyebutkan tulisan
sederhana dengan simbol yang melambangkannya " guna untuk mencapai
hasil belajar yang lebih optimal, mengupayakan peserta didik khususnya siswa TK
Wardhana Bendo Kec. mampu memperluas pengetahuan tentang pelajaran yang
diajarkan, untuk meningkatkan kinerja guru yang aktif dalam pelaksanaan proses
belajar mengajar di TK Wardhana Bendo, untuk meningkatkan mutu dan kualitas
pendidikan sekolah guna lebih maju dan siswa-siswinya mampu menghadapi
perkembangan jaman ilmu sesuai dengan perkembangannya saat ini. Obyek
penelitian ini adalah siswa semester II
mata pelajaran pada Menghubungkan Dan Menyebutkan Tulisan Sederhana Dengan
Simbol Yang Melambangkannya. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan
yaitu bulan Februari 2014 sampai bulan Maret 2014. populasi yang diambil adalah
Siswa di TK Wardhana Bendo Kecamatan
Bendo Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2013/2014, dengan jumlah siswa Sebanyak
23 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi.
Berdasarkan pengamatan diatas diperoleh nilai rata-rata mata pelajaran pada
siklus I adalah (66,56) cukup, sedangkan nilai rata-rata pada siklus II nilai
rata-rata siswa meningkat mencapai (80,75) baik. Menandakan pembelajaran yang
berhasil walaupun peningkatan nilai rata-rata relatif rendah. Dari peningkatan
diatas penulis menarik analisa bahwa upaya meningkatkan pengetahuan
"Kegiatan Jual Beli' untuk mencapai hasil belajar dengan metode Ceramah
Bervariasi mata pelajaran terhadap siswa
. semester II TK Wardhana Bendo Kec. Bendo Kabupaten Magetan Tahun
Pelajaran 2013/2014 telah berhasil.
Kata Kunci: menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana, simbol, metode
ceramah bervariasi
Tujuan pembaharuan atau inovasi pendidikan adalah meningkatkan efisiensi,
relevasi, kualitas dan efektifitas, sarana serta jumlah peserta didik
sebanyak-banyaknya, dengan hasil pendidikan sebesar-sebesarnya dengan
menggunakan sumber, tenaga, uang, alat dan waktu dalam jumlah yang
sekecil-kecilnya. Inovasi yang dilakukan pendidikan selama ini adalah
mengusahakan peningkatan mutu yang dirasakan makin menurun, dengan sistem,
penyampaian yang baru sehingga diharapkan peserta didik menjadi manusia yang
aktif, kreatif dan terampil memecahkan masalahnya sendiri.
Pembelajaran di Sekolah sangat penting artinya dengan kemampuan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang semenjak dini dapat menunjang kreatifitas siswa
dan pengetahuan yang luas. Hal yang menjadi hambatan selama ini dalam
pembelajaran adalah disebabkan kurang profesionalismenya guru dalam
menyampiakan pelajaran, materi jarang menggunakan alat peraga dan sumber
belajar, sehingga belajar kurang menarik minat anak, dan pada gilirannya
prestasi belajar kurang memuaskan. Singkatnya pembelajaran selama ini kurang
aplikatif pada kejadian sehari-hari yang ada di lingkungan sekitarnya.
Agar pembelajaran menjadi Pembelajaran yang dapat meningkatkan pengetahuan
dan pemahaman siswa dapat dilakukan melalui berbagai cara. Selain melalui
observasi terhadap lingkungan dan mengadakan berbagai macam penelitian, untuk
memperjelas pemahaman terhadap konsep pembelajaran, dapat digunakan media yang
biasanya sangat dibutuhkan.
Tujuan pembelajaran di sekolah yang ingin dicapai bersifat komprehensif,
artinya bukan hanya mengutamakan penambahan pengetahuan melainkan juga
pembentukan keterampilan, nilai dan sikap. Untuk mencapai tujuan tersebut
diperlukan suatu strategi yang memungkinkan siswa terlibat secara optimal.
Keberhasilan pendidikan bagi anak dikatakan baik apabila prestasi yang
diperoleh itu memuaskan. Dalarn kegiatan
pendidikan sehari-hari dikatakan berhasil apabila dapat merubah kebiasaan.
belajar siswa yang pada akhimyamenghasilkan,prestasi yang baik pula. Untuk
merubah kebiasaan. belajar siswa diperlukan kesabaran, karena dijaman modern
ini terutarna di era kemajuan teknologi dan perkembangan. informasi, telah
tersedia beberapa sarana, antara, lain : televisi, parabola dan permainan video
game yang membuat daya tarik bagi siswa, selain keterbatasan sarana, dan
prasarana. yang mendukung.
Metode Ceramah Bervariasi adalah suatu penyajian bahan pelajaran dengan
melalui penuturan oleh guru kepada siswa. Metode Ceramah Bervariasi merupakan
cara penyajian, penyampaian bahan pelajaran dengan disertai macam-macam
penggunaan metode pengajaran lain, seperti diskusi, Tanya jawab, pemberian
tugas dan sebagainya.
1. Kelebihann Metode Ceramah
a.
Ekonomis, seorang guru dapat mengajar pada sejumlah
besar siswa dan sedikit memerlukan peralatan.
b.
Metode ini paling baik
untuk menyampaikan bahan
yang tidak terdapat dalam buku.
c.
Dapat menghabiskan waktu dengan baik.
d.
Metode ini baik untuk memperkenalkan suatu pokok
bahasan dan menerangkan prinsip-prinsip dasar.
e.
Metode ini mengembangkan kepercayaan terhadap diri
sendiri.
2. Kelemahan
Metode Ceramah Bervariasi
a.
Cenderung bersifat verbalitis artinya dapat mengatakan
tetapi tidak tahu apa yang dimaksud.
b.
Guru kurang tahu apakah siswanya betul-betul mengerti
c.
Siswa sering disibukkan dengan membuat catatan, karena
itu mereka kehilangan pandangan tentang
pokok-pokok yang penting
dari ceramah bervariasi.
C. Perkembangan Psiko-Fisik Siswa
Sebagian ahli menyatakan perkembangan sebagai suatu
proses yang berbeda dengan pertumbuhan. Perkembangan dapat diartikan sebagai
proses perubahan kualitatif yang mengacu pada mutu fungsi organ-organ
jasmaniah, bukan organ-organ jasmaniahnya itu sendiri. Jadi dapat ditekankan
bahwa arti perkembangan terletak pada penyempurnaan fungsi psikologis yang
disandang oleh organ-organ fisik. Proses-proses perkembangan tersebut meliputi:
1. Perkembangan Kognitif
Istilah cognitive berasal dari cognition yang
padanannya knowing berati mengetahui. Dalam arti luas kognitif berarti
perolehan, penataan, dan penggunaan pengetahuan (Neiser dalam muhibbin syah,
1999 : 21). Jadi perekembangan kognitif dapat diartikan sebagai fungsi
perkembangan fungsi intelektual atau proses perkembangan kemampuan atau
kecerdasan otak anak. Perkembangan kognitif sebagian besar bergantung pada
seberapa jauh anak aktif memanipulasi dan aktif berinteraksi dengan lingkungan.
Menurut Piaget dalam merespon lingkungan diperlukan proses yang aktif maupun
interaksi dengan lingkungannya, selain itu juga diperlukan keseimbangan dalam
penyesuaian aprekasi skema yang cocok dengan lingkungan yang direspons (Piaget
dalam muhibbin syah, 14-25).
2. Perkembangan
Psikomotor
Yaitu proses perkembangan yang progresif dan berhubungan
dengan perolehan aneka ragam ketrampilan fisik anak. Perkembangan fisik anak
berlangsung lebih kurang selam 2 dasar warsa sejak lahir. Semua kapasitas yang
dibawa anak dari rahim ibunya baik jasmani maupun rohani adalah modal dasar
yang tampak selalu berfaedah bagi kelanjutan perkembangan anak.
3. Perkembangan
Sosial dan Moral
Yaitu proses perkembangan mental yang berhubungan
dengan perubahan-perubahan cara anak dalam berkomunikasi dengan obyek atau
orang lain, baik sebagai individu maupun kelompok. Dari upaya penumbuh
kembangan sumber daya manusia melalui proses hubungan interpersonal tak
mengherankan apabila seorang siswa sering menggantungkan respnnya terhadap
pelajaran dikelas pada pandangannya terhadap teman-temannya sekelasnya. Positif
atau negatifnya pandangan siswa pada guru dan teman-temannya sangat
mempengaruhi kualitas hubungan sosial siswa dengan lingkungan kelas maupun
sekolahnya.
D. Kajian
Hasil Belajar
Hasil merupakan sesuatu yang diperoleh setelah akhir
dilaksanakannya suatu kegiatan, dalam hal ini kegiatan belajar. Tanpa disadari
sering diucapkan kata "hasil" baik itu dalam kegiatan maupun dalam
pendidikan. Dalam kenyataannya hasil yang diperoleh tiap-tiap siswa tidak sama,
karena kemampuan seseorang itu tidak sama.
Sebelum penulis memberi batasan pengertian mengenai
belajar, terlebih dahulu diuraikan pengertian tentang hasil belajar. Menurut W.
J. S. Poerwodaminto, hasil adalah prestasi yang dicapai atau dikerjakan,
sedangkan dalam buku lain juga disebutkan ialah : Bentuk nilai hasil belajar.
Dari kedua pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa, prestas belajar ialah
bentuk nilai dari hasil yang telah dicapai atau dikerjakan. Dari uraian diatas
maka prestasi belajar diartikan sebagai hasil yang dicapai, dilakukan,
dikerjakan, dan kalau dikaitkan dengan konsep belajar tepatnya akan menjadi
prestasi belajar, maka pengertian akan mengacu pada suatu hasil yang dicapai
dalam hal belajar.
Sehingga pada hakikatnya belajar dalam aktifitas yang
menghasilkan perubahan individu yang belajar yang mana perubahan itu pada
pokoknya diperoleh kemampuan yang baru dan berlaku dalam waktu yang relatif
lama dan perubahan itu terjadi karena usaha perubahan tingkah laku tersebut.
Semua itu sesuai dengan tujuan belajar yang diharapkan. Sebab tujuan adalah
rumusan hasil atau prestasi atau prestasi belajar yang diharapkan dari individu
yang belajar setelah menyelsaikan pekerjaaanya atau setelah memperoleh suatu
pengamalaman.
Metode Penelitian
Penelitian Tindakan ni dilakukan
di TK Wardhana Bendo Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2013/2014, di mana dalam
penelitian ini penulis melaksanakan tugas sebagai guru pengajar. Obyek
penelitian ini adalah siswa semester II
mata pelajaran pada menghubungkan dan menyebutkan tulisan
sederhana dengan simbol yang melambangkannya. Penelitian ini
dilaksanakan selama 2 bulan yaitu bulan Februari 2014 sampai bulan Maret 2014.
Populasi dan sampel yang diambil adalah Siswa di TK Wardhana Bendo Kec. Bendo Kabupaten
Magetan Tahun Pelajaran 2013/2014, dengan jumlah siswa Sebanyak 23 anak.
Instrument Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan beberapa
instrumen yang meliputi: a) Lembar
perencanaan pembelajaran mata
pelajaran Pengetahuan Sosial dengan menghubungkan
dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya; b)
Analisis hasil penilaian ulangan harian setiap akhir siklus; c) Program
perbaikan pengayaan; d) Lembar observasi siswa dan guru; e) Data aktivitas guru
dan siswa selama proses pembelajaran, yang dikumpulkan melalui observasi /
pengamatan. Instrumennya adalah lembar observasi aktivitas guru, aktivitas
siswa, partisipasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dan catatan
lapangan.
Berdasarkan penelitian dan pengamatan diperoleh nilai
rata-rata mata pelajaran pada siklus I adalah (66,56) cukup, sedangkan nilai
rata-rata pada siklus II nilai rata-rata siswa meningkat mencapai (80,75) baik.
Menandakan pembelajaran yang berhasil walaupun peningkatan nilai rata-rata
relatif rendah. Dari peningkatan di atas penulis menarik kesimpulan bahwa upaya
meningkatkan pengetahuan "Kegiatan Jual Beli' untuk mencapai hasil belajar
dengan metode Ceramah Bervariasi mata pelajaran terhadap siswa semester II TK Wardhana Bendo Kecamatan Bendo
Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2013/2014 telah berhasil.DAFTAR PUSTAKA
Kurikulum SD.
(1994). Garis-garis Besar Program
Pengajaran. Jakarta : Derpartemen Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia.
Nur, Muhammad, dkk. (2000). Pembelajaran Ceramah Bervariasi. Surabaya : Universitiy Press.
Sudjana, (1996). Metode
Statistika. Bandung : Tarsito.
Dunne dan Ted Wragg, 1996._Pembelajaran Efektif. Grasindo: Jakarta .
Rachmahdiarti,
Fida, 2001. Pembelajaran Ceramah Bervariasi. DepdikBud : Jatim. Surjadi,
Subianto, 1990. Strategi Belajar Mengejar . IKIP Malang : Malang