Senin, 30 Januari 2017

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGHUBUNGKAN DAN MENYEBUTKAN TULISAN SEDERHANA DENGAN  SIMBOL YANG MELAMBANGKANNYA DENGAN METODE CERAMAH BERVARIASI SISWA  SEMESTER II TK WARDHANA BENDO
Oleh: Sami, S.Pd
TK WARDHANA BENDO

Abstrak : Tujuan Penelitian Tindakan Kelas yang ingin dicapai oleh penulis adalah Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan siswa mengenai menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya " guna untuk mencapai hasil belajar yang lebih optimal, mengupayakan peserta didik khususnya siswa TK Wardhana Bendo Kec. mampu memperluas pengetahuan tentang pelajaran yang diajarkan, untuk meningkatkan kinerja guru yang aktif dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di TK Wardhana Bendo, untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan sekolah guna lebih maju dan siswa-siswinya mampu menghadapi perkembangan jaman ilmu sesuai dengan perkembangannya saat ini. Obyek penelitian ini adalah siswa   semester II mata pelajaran pada Menghubungkan Dan Menyebutkan Tulisan Sederhana Dengan Simbol Yang Melambangkannya. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan yaitu bulan Februari 2014 sampai bulan Maret 2014. populasi yang diambil adalah Siswa   di TK Wardhana Bendo Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2013/2014, dengan jumlah siswa Sebanyak 23 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Berdasarkan pengamatan diatas diperoleh nilai rata-rata mata pelajaran pada siklus I adalah (66,56) cukup, sedangkan nilai rata-rata pada siklus II nilai rata-rata siswa meningkat mencapai (80,75) baik. Menandakan pembelajaran yang berhasil walaupun peningkatan nilai rata-rata relatif rendah. Dari peningkatan diatas penulis menarik analisa bahwa upaya meningkatkan pengetahuan "Kegiatan Jual Beli' untuk mencapai hasil belajar dengan metode Ceramah Bervariasi mata pelajaran terhadap siswa   . semester II TK Wardhana Bendo Kec. Bendo Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2013/2014 telah berhasil.
Kata Kunci: menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana, simbol, metode ceramah bervariasi



Tujuan pembaharuan atau inovasi pendidikan adalah meningkatkan efisiensi, relevasi, kualitas dan efektifitas, sarana serta jumlah peserta didik sebanyak-banyaknya, dengan hasil pendidikan sebesar-sebesarnya dengan menggunakan sumber, tenaga, uang, alat dan waktu dalam jumlah yang sekecil-kecilnya. Inovasi yang dilakukan pendidikan selama ini adalah mengusahakan peningkatan mutu yang dirasakan makin menurun, dengan sistem, penyampaian yang baru sehingga diharapkan peserta didik menjadi manusia yang aktif, kreatif dan terampil memecahkan masalahnya sendiri.
Pembelajaran di Sekolah sangat penting artinya dengan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semenjak dini dapat menunjang kreatifitas siswa dan pengetahuan yang luas. Hal yang menjadi hambatan selama ini dalam pembelajaran adalah disebabkan kurang profesionalismenya guru dalam menyampiakan pelajaran, materi jarang menggunakan alat peraga dan sumber belajar, sehingga belajar kurang menarik minat anak, dan pada gilirannya prestasi belajar kurang memuaskan. Singkatnya pembelajaran selama ini kurang aplikatif pada kejadian sehari-hari yang ada di lingkungan sekitarnya.
Agar pembelajaran menjadi Pembelajaran yang dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa dapat dilakukan melalui berbagai cara. Selain melalui observasi terhadap lingkungan dan mengadakan berbagai macam penelitian, untuk memperjelas pemahaman terhadap konsep pembelajaran, dapat digunakan media yang biasanya sangat dibutuhkan.
Tujuan pembelajaran di sekolah yang ingin dicapai bersifat komprehensif, artinya bukan hanya mengutamakan penambahan pengetahuan melainkan juga pembentukan keterampilan, nilai dan sikap. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan suatu strategi yang memungkinkan siswa terlibat secara optimal.
Keberhasilan pendidikan bagi anak dikatakan baik apabila prestasi yang diperoleh itu memuaskan.  Dalarn kegiatan pendidikan sehari-hari dikatakan berhasil apabila dapat merubah kebiasaan. belajar siswa yang pada akhimyamenghasilkan,prestasi yang baik pula. Untuk merubah kebiasaan. belajar siswa diperlukan kesabaran, karena dijaman modern ini terutarna di era kemajuan teknologi dan perkembangan. informasi, telah tersedia beberapa sarana, antara, lain : televisi, parabola dan permainan video game yang membuat daya tarik bagi siswa, selain keterbatasan sarana, dan prasarana. yang mendukung.
Metode Ceramah Bervariasi adalah suatu penyajian bahan pelajaran dengan melalui penuturan oleh guru kepada siswa. Metode Ceramah Bervariasi merupakan cara penyajian, penyampaian bahan pelajaran dengan disertai macam-macam penggunaan metode pengajaran lain, seperti diskusi, Tanya jawab, pemberian tugas dan sebagainya.
1. Kelebihann Metode Ceramah
a.    Ekonomis, seorang guru dapat mengajar pada sejumlah besar siswa dan sedikit memerlukan peralatan.
b.    Metode  ini  paling baik  untuk  menyampaikan  bahan  yang  tidak terdapat dalam buku.
c.    Dapat menghabiskan waktu dengan baik.
d.   Metode ini baik untuk memperkenalkan suatu pokok bahasan dan menerangkan prinsip-prinsip dasar.
e.    Metode ini mengembangkan kepercayaan terhadap diri sendiri.
2.   Kelemahan Metode Ceramah Bervariasi
a.       Cenderung bersifat verbalitis artinya dapat mengatakan tetapi tidak tahu apa yang dimaksud.
b.      Guru kurang tahu apakah siswanya betul-betul mengerti
c.       Siswa sering disibukkan dengan membuat catatan, karena itu mereka kehilangan   pandangan   tentang   pokok-pokok   yang   penting   dari ceramah bervariasi.
C. Perkembangan Psiko-Fisik Siswa
Sebagian ahli menyatakan perkembangan sebagai suatu proses yang berbeda dengan pertumbuhan. Perkembangan dapat diartikan sebagai proses perubahan kualitatif yang mengacu pada mutu fungsi organ-organ jasmaniah, bukan organ-organ jasmaniahnya itu sendiri. Jadi dapat ditekankan bahwa arti perkembangan terletak pada penyempurnaan fungsi psikologis yang disandang oleh organ-organ fisik. Proses-proses perkembangan tersebut meliputi:
1.    Perkembangan Kognitif
Istilah cognitive berasal dari cognition yang padanannya knowing berati mengetahui. Dalam arti luas kognitif berarti perolehan, penataan, dan penggunaan pengetahuan (Neiser dalam muhibbin syah, 1999 : 21). Jadi perekembangan kognitif dapat diartikan sebagai fungsi perkembangan fungsi intelektual atau proses perkembangan kemampuan atau kecerdasan otak anak. Perkembangan kognitif sebagian besar bergantung pada seberapa jauh anak aktif memanipulasi dan aktif berinteraksi dengan lingkungan. Menurut Piaget dalam merespon lingkungan diperlukan proses yang aktif maupun interaksi dengan lingkungannya, selain itu juga diperlukan keseimbangan dalam penyesuaian aprekasi skema yang cocok dengan lingkungan yang direspons (Piaget dalam muhibbin syah, 14-25).
2.    Perkembangan Psikomotor
Yaitu proses perkembangan yang progresif dan berhubungan dengan perolehan aneka ragam ketrampilan fisik anak. Perkembangan fisik anak berlangsung lebih kurang selam 2 dasar warsa sejak lahir. Semua kapasitas yang dibawa anak dari rahim ibunya baik jasmani maupun rohani adalah modal dasar yang tampak selalu berfaedah bagi kelanjutan perkembangan anak.
3.    Perkembangan Sosial dan Moral
Yaitu proses perkembangan mental yang berhubungan dengan perubahan-perubahan cara anak dalam berkomunikasi dengan obyek atau orang lain, baik sebagai individu maupun kelompok. Dari upaya penumbuh kembangan sumber daya manusia melalui proses hubungan interpersonal tak mengherankan apabila seorang siswa sering menggantungkan respnnya terhadap pelajaran dikelas pada pandangannya terhadap teman-temannya sekelasnya. Positif atau negatifnya pandangan siswa pada guru dan teman-temannya sangat mempengaruhi kualitas hubungan sosial siswa dengan lingkungan kelas maupun sekolahnya.
D.  Kajian Hasil Belajar
Hasil merupakan sesuatu yang diperoleh setelah akhir dilaksanakannya suatu kegiatan, dalam hal ini kegiatan belajar. Tanpa disadari sering diucapkan kata "hasil" baik itu dalam kegiatan maupun dalam pendidikan. Dalam kenyataannya hasil yang diperoleh tiap-tiap siswa tidak sama, karena kemampuan seseorang itu tidak sama.
Sebelum penulis memberi batasan pengertian mengenai belajar, terlebih dahulu diuraikan pengertian tentang hasil belajar. Menurut W. J. S. Poerwodaminto, hasil adalah prestasi yang dicapai atau dikerjakan, sedangkan dalam buku lain juga disebutkan ialah : Bentuk nilai hasil belajar. Dari kedua pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa, prestas belajar ialah bentuk nilai dari hasil yang telah dicapai atau dikerjakan. Dari uraian diatas maka prestasi belajar diartikan sebagai hasil yang dicapai, dilakukan, dikerjakan, dan kalau dikaitkan dengan konsep belajar tepatnya akan menjadi prestasi belajar, maka pengertian akan mengacu pada suatu hasil yang dicapai dalam hal belajar.
Sehingga pada hakikatnya belajar dalam aktifitas yang menghasilkan perubahan individu yang belajar yang mana perubahan itu pada pokoknya diperoleh kemampuan yang baru dan berlaku dalam waktu yang relatif lama dan perubahan itu terjadi karena usaha perubahan tingkah laku tersebut. Semua itu sesuai dengan tujuan belajar yang diharapkan. Sebab tujuan adalah rumusan hasil atau prestasi atau prestasi belajar yang diharapkan dari individu yang belajar setelah menyelsaikan pekerjaaanya atau setelah memperoleh suatu pengamalaman.
Metode Penelitian
Penelitian Tindakan  ni dilakukan di TK Wardhana Bendo Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2013/2014, di mana dalam penelitian ini penulis melaksanakan tugas sebagai guru pengajar. Obyek penelitian ini adalah siswa   semester II mata pelajaran pada menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan yaitu bulan Februari 2014 sampai bulan Maret 2014.
Populasi dan sampel yang diambil adalah Siswa   di TK Wardhana Bendo Kec. Bendo Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2013/2014, dengan jumlah siswa Sebanyak 23 anak.
Instrument Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan beberapa instrumen yang meliputi: a) Lembar   perencanaan   pembelajaran   mata   pelajaran   Pengetahuan   Sosial dengan menghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan simbol yang melambangkannya; b) Analisis hasil penilaian ulangan harian setiap akhir siklus; c) Program perbaikan pengayaan; d) Lembar observasi siswa dan guru; e) Data aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran, yang dikumpulkan melalui observasi / pengamatan. Instrumennya adalah lembar observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, partisipasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dan catatan lapangan.
Berdasarkan penelitian dan pengamatan diperoleh nilai rata-rata mata pelajaran pada siklus I adalah (66,56) cukup, sedangkan nilai rata-rata pada siklus II nilai rata-rata siswa meningkat mencapai (80,75) baik. Menandakan pembelajaran yang berhasil walaupun peningkatan nilai rata-rata relatif rendah. Dari peningkatan di atas penulis menarik kesimpulan bahwa upaya meningkatkan pengetahuan "Kegiatan Jual Beli' untuk mencapai hasil belajar dengan metode Ceramah Bervariasi mata pelajaran terhadap siswa  semester II TK Wardhana Bendo Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2013/2014 telah berhasil.
 DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsini. (19960. Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.
Kurikulum   SD.   (1994).   Garis-garis   Besar  Program   Pengajaran.   Jakarta   : Derpartemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Nur, Muhammad, dkk. (2000). Pembelajaran Ceramah Bervariasi. Surabaya : Universitiy Press.
Sudjana, (1996). Metode Statistika. Bandung : Tarsito.
Dunne dan Ted Wragg, 1996._Pembelajaran Efektif. Grasindo: Jakarta.
Rachmahdiarti, Fida, 2001. Pembelajaran Ceramah Bervariasi. DepdikBud : Jatim. Surjadi, Subianto, 1990. Strategi Belajar Mengejar . IKIP Malang : Malang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar