Senin, 30 Januari 2017

PENERAPAN METODE MODELING PARTISIPAN TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA PADA PEMBELAJARAN SEPAK BOLA

Oleh: Piping Subagio
SMP Negeri 7 Bojonegoro Kab. Bojonegoro)


Abstrak: maslah dalan penelitian ini adalah upaya meningkatkan kemampuan menggiring bola pada materi pembelajaran sepak bola dengan penerapan metode Modeling Participant dalam studi pendidikan jasmani dan kesehatan di kelas VII B SMP Negeri 7 Bojonegoro. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan secara menyeluruh kegiatan peningkatan kemampuan siswa dalam materi pembelajaran menggiring bola pada pembelajaran sepak bola dalam studi pendidikan jasmani di kelas VII B SMP Negeri 7 Bojonegoro melalui penerapan metode Modeling Participant. Data dikumpulkan melalui observasi dengan bentuk skala Likert, dan Tes Keterampilan menggiring bola. Hasil penelitian ini diharapkan penerapan metode Modeling Participant dapat  meningkatan kemampuan siswa dalam materi pembelajaran menggiring bola pada pembelajaran sepak bola dalam studi pendidikan jasmani di kelas VII B SMP Negeri 7 Bojonegoro.
Kata kunci: Teknik dasar menggiring bola, , Metode Modeling Partisipan


Pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat penting dalam mengintensifkan penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. Pendidikan jasmani memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain, dan berolahraga yang dilakukan secara sistematis, terarah dan terencana. Dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan jasmani dan kesehatan sering sekali muncul beberapa kendala serta hambatan. Misalnya, siswa kurang fokus dalam materi teknik dasar menggiring bola itu bias disebabkan karena model pembelajaran yang diberikan kurang menarik minat siswa dalam menggikuti kegitan pembelajaran, sehingga siswa kurang dalam keterampilan menggiring.
Dari data pengalaman peneliti sebagai Guru SMP Negari 7 Bojonegoro dalam melaksanakan KBM perlu adanya pendekatan, variasi maupun modifikasi yang nantinya berdampak pada prestasi belajar siswa. Mengingat pentingnya siswa dalam bidang studi Pendidikan jasmani dan kesehatan sebagai tolak ukur keberhasilan belajar, maka dirasa sangat penting segera menuntaskan kendala dan hambatan yang ada. Berbagai permasalahan yang menyebabkan rendahnya tingkat keterampilan dan penguasaan siswa adalah rendahnya motivasi siswa dalam menyerap materi dan model strategi pembelajaran yang kurang diminati siswa. Untuk itu adanya pendekatan, variasi maupun modifikasi dalam pembelajaran, dan dalam penelitian ini peneliti pembelajaran mencoba menerapakan pendekatan Metode Modeling Participant untuk mengatasi kendala dan hambatan tersebut.
A.       Hakikat Pembelajaran
Pembelajaran adalah suatu usaha manusia yang dilakukan dengan tujuan membantu memfasilitasi belajar orang lain secara khusus. Pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan guru, instruktur dan orang yang lebih mengerti dengan tujuan untuk membantu peserta didik atau siswa agar ia dapat belajar dengan mudah. Tujuan pembelajaran pada hakekatnya mengacu pada hasil yang diharapkan.Ini berarti bahwa dalam merencanakan pembelajaran, tujuan pembelajaran ditetapkan lebih dulu, selanjutnya semua kegiatan pembelajaran diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut.
B.       Permainan Sepak Bola
Untuk bermain bola dengan baik pemain dibekali dengan teknik dasar yang baik.Pemain yang memiliki teknik dasar yang baik pemain tersebut cenderung dapat bermain sepak bola dengan baik pula. Berapa teknik dasar yang perlu dimiliki pemain sepak1bola adalah1menendang, menghentikan, menggiring, menyundul, merampas, lemparan ke dalam dan menjaga gawang
C.      Teknik Menggiring Bola
Pada dasarnya menggiring bola adalah menendang terputus-putus atau pelan-pelan,oleh karena itu bagian kaki yang dipergunakan dalam menggiring bola sama dengan kaki yang dipergunakan untuk menendang bola.Menggiring bola bertujuan antara lain untuk mendekati jarak ke sasaran, melewati lawan, dan menghambat permainan.Di bawah ini beberapa teknik dasar menggiring bola
D.      Strategi Modeling
Menurut Bandura, (dalam Nursalim, dkk, 2005 : 63 ), yang dimaksud strategi modeling adalah suatu strategi dalam konseling yang menggunakan proses belajar melalui pengamatan terhadap model dan perubahan perilaku yang terjadi karena peniruan.
Dari pendapat di atas dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi modeling merupakan suatu proses belajar yang mengamati model untuk merangsang individu dan perubahan tingkah laku individu dimana perubahan tingkah laku terjadi melalui proses peniruan terhadap model.
E.       Modeling Partisipan Dalam Peningkatan Kemampuan Menggiring Bola Pada Pembelajaran Sepak Bola

Ada beberapa faktor mengapa siswa kurang fokus dalam menerima materi sepak bola khususnya menggiring bola dikarenakan model pembelajaran yang diberikan kurang menarik minat siswa dalam mengikuti KBM, sehingga siswa kurang dalam keterampilan menggiring bola.
Menurut Bandura, (dalam Nursalim, dkk, 2005 : 63 ), yang bermaksud strategi modeling adalah suatu strategi dalam konseling yang menggunakan proses belajar melalui pengamatan terhadap model dan perubahan perilaku yang terjadi karena peniruan.
Dengan diberikannya strategi modeling partisipan, diharapkan siswa dapat menguasai salah satu teknik sepak bola dengan baik yaitu menggiring bola serta dapat meningkatkan kemampuan menggiring bola dalam pembelajaran sepak bola.
Metode
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tindakan kelas yang selanjutnya diberikan tes pada siswa yang menjadi subyek penelitian. Data hasil penelitian akan disajikan dalam bentuk diskriptif. Serta desain ini bersifat siklus yang berkelanjutan yang merupakan ciri dari penelitian tindakan kelas, penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri7 Bojonegoro yang mengamati untuk mengidentifikasi keadaan subyek yang akan diteliti. Setelah itu menetapkan pembelajaran berikutnya.Setelah siswa paham dan mengerti tentang pembelajaran yang sudah disampaikan maka siswa diberikan tes kemampuan siswa jika diberikan perlakuan tertentu, dalam hal ini perlakuannya adalah dengan penerapan metode modeling partisipan.
Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berikut: Tes Keterampilan menggiring bola. Keterampilan menggiring bola pada pembelajaran sepak bola adalah : a) 10 bola; b) 32 cone; c) Garis pembatas (rafia) d) Meteran; e) Stopwacth; f)Peluit; g) Lapangan sepak bola; h) Blangko dan alat tulis untuk mencatat hasil tes. Observasi (Pengamatan) menggunakan instrumen observasi dengan bentuk skala Likert. Kriteria atau kategori pensekorannya adalah: Nilai tertinggi 5 dan terendah 1. Skor 5 jika siswa dapat menggiring bola (kaki dalam, kaki luar, dan punggung kaki) dengan sangat baik, skor 4 jika siswa dapat menggiring bola (kaki dalam, kaki luar, dan punggung kaki) dengan baik, skor 3 jika siswa dapat menggiring bola (kaki dalam, kaki luar, dan punggung kaki)  dengan cukup baik, skor 2 jika siswa dapat menggiring bola (kaki dalam, kaki luar, dan punggung kaki) dengan kurang baik, dan skor 1 jika siswa dapat menggiring bola (kaki dalam, kaki luar, dan punggung kaki) dengan kurang sekali. Nilai maksimal dari penilaian praktek menggiring bolapada pembelajaran sepak bola adalah 25, dan nilai terendahnya 5.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes unjuk keterampilan. Data yang terdapat dalam penelitian ini adalah data mengenai hasil tes keterampilan menggiring bola, tujuan dari tes ini adalah untuk mengukur keterampilan menggiring bola pada pembelajaran sepak bola.
Data yang diperoleh dari hasil tes praktek dan pengamatan selama proses pembelajaran, dan hasil pembelajaran dianalisis dengan taknik analisis data kualitatif, analisis data penelitian dilakukan dengan menggunakan beberapa pedoman yang


dijadikan sebagai indicator dalam penganalisisan data hasil proses belajar siswa.
Untuk tes keterampilan menggiring bola pada pembelajaran sepak bola. Untuk observasi atau pengamatan menggiring bola. Teknik yang digunakan untuk mengetahui hasil tes keterampilan menggiring bola pada pembelajaran sepak bola adalah sebagai berikut:
Ketuntasan hasil tes belajar

Batasan ketuntasan yang digunakan dalam penelitian ini adalah batasan kelulusan porposiveyang mengacu pada penilaian acuan patokanartinya bila siswa mampu mencapai 71% atau lebih dinyatakan tuntas, angka 71% dari nilai 71 (nilai minimal) dibagi 100 dan dikali 100%  (Sudjana, 1991:107).

Hasil
Pada hasil deskripsi data ini hanya membahas tentang persentase ketuntasan belajar siswa untuk mengetahui seberapa besar peningkatanya, selama peneliti melakukan tindakan penerapan metodemodelling partisipan pada pembelajaran sepak bola yang sudah diajarkan, dan uraian berikut ini menyajikan hasil pengolahan dan serta interprestasinya


Tabel 4.1 Hasil Tes Tindakan
No
Perte
muan
Penilaian Kognitif
Penilaian Psikomotor
Penilaian Afektif
Rekapitulasi
1
Tes Awal
60,38%
56,07%
63,24%
59,90%
2
Siklus 1
68,76%
65,25%
70,29%
68,10%
3
Siklus 2
77,71%
73,86%
79,05%
76,88%
Untuk mengetahui perkembangan prestasi belajar siswa berikut dikemukakan rekapitulasi perkembangan prestasi belajar siswa pada akhir siklus 1 dan siklus 2 sebagaimana dapat dilihat pada tabel 4.2.
Tabel 4.2 Rekapitulasi Perkembangan Prestasi Belajar Siswa
ASPEK
HASIL REKAPITULASI
STUDI
 AWAL
SIKLUS 1
SIKLUS 2
Jumlah siswa yang tuntas
3
9
33
Jumlah siswa yang belum tuntas
32
26
2
Rarata tingkat ketuntasan
59,90%
68,10%
76,88%


a)    Ditinjau dari rerata tingkat ketuntasan belajar siswa secara individual pada tiap siklus pembelajaran terlihat ada peningkatan, dari 59,90% pada studi awal, 68,10% pada siklus 1 menjadi 76,88%  pada siklus 2.
b)   Dilihat dari jumlah siswa yang tuntas belajarnya juga ada peningkatan, dimana pada studi awal ada 3 siswa yang telah tuntas, siklus 1 ada 9 siswa yang telah tuntas dan pada siklus 2 ada 33 siswa yang telah tuntas belajarnya.
c)    Atas dasar fenomena tersebut dapat dikemukakan bahwa penggunaan metode modelling participan pada pembelajaran sepak cukup efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran teknik dasar menggiring bola pada permainan sepak bola di kelas VII-B SMP  Negeri 7 Bojonegoro.
Penerapan metode modeling partisipan pada pembelajaran sepak bola dapat meningkatkan  hasil belajar tehnik menggiring bola pada siswa-siswi kelas VII-B SMP Negeri 7 Bojonegoro. Pada hasil rerata tes awal(sebelum diberikanya perlakuan) siswa hanya mampu mencapai 59,90%, dan ditinjau dari rerata tingkat ketuntasan belajar siswa secara individual pada tiap siklus pembelajaran terlihat ada peningkatan dari 68,10% pada siklus 1 menjadi 76,88% pada siklus 2.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar