PENERAPAN
METODE MODELING PARTISIPAN TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA PADA
PEMBELAJARAN SEPAK BOLA
Oleh: Piping Subagio
SMP Negeri 7
Bojonegoro Kab. Bojonegoro)
Abstrak:
maslah dalan penelitian ini adalah upaya meningkatkan kemampuan menggiring bola
pada materi pembelajaran sepak bola dengan penerapan metode Modeling
Participant dalam studi pendidikan jasmani dan kesehatan di kelas VII B SMP
Negeri 7 Bojonegoro. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan secara
menyeluruh kegiatan peningkatan kemampuan siswa dalam materi pembelajaran
menggiring bola pada pembelajaran sepak bola dalam studi pendidikan jasmani di
kelas VII B SMP Negeri 7 Bojonegoro melalui penerapan metode Modeling
Participant. Data dikumpulkan melalui observasi dengan bentuk skala Likert, dan Tes Keterampilan menggiring bola.
Hasil penelitian ini diharapkan penerapan metode Modeling Participant
dapat meningkatan kemampuan siswa dalam
materi pembelajaran menggiring bola pada pembelajaran sepak bola dalam studi
pendidikan jasmani di kelas VII B SMP Negeri 7 Bojonegoro.
Kata kunci: Teknik dasar menggiring bola, , Metode Modeling Partisipan
Pendidikan jasmani
memiliki peran yang sangat penting dalam mengintensifkan penyelenggaraan
pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur
hidup. Pendidikan jasmani memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat
langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain, dan
berolahraga yang dilakukan secara sistematis, terarah dan terencana. Dalam
kegiatan pembelajaran Pendidikan jasmani dan kesehatan sering sekali muncul
beberapa kendala serta hambatan. Misalnya, siswa kurang fokus dalam materi
teknik dasar menggiring bola itu bias disebabkan karena model pembelajaran yang
diberikan kurang menarik minat siswa dalam menggikuti kegitan pembelajaran,
sehingga siswa kurang dalam keterampilan menggiring.
Dari data pengalaman peneliti sebagai Guru SMP Negari 7 Bojonegoro dalam melaksanakan KBM perlu adanya pendekatan, variasi maupun modifikasi
yang nantinya berdampak pada prestasi belajar siswa. Mengingat pentingnya siswa
dalam bidang studi Pendidikan jasmani dan kesehatan sebagai tolak ukur
keberhasilan belajar, maka dirasa sangat penting segera menuntaskan kendala dan
hambatan yang ada. Berbagai permasalahan yang menyebabkan rendahnya tingkat
keterampilan dan penguasaan siswa adalah rendahnya motivasi siswa dalam
menyerap materi dan model strategi pembelajaran yang kurang diminati siswa.
Untuk itu adanya pendekatan, variasi maupun modifikasi dalam pembelajaran, dan
dalam penelitian ini peneliti pembelajaran mencoba menerapakan pendekatan Metode
Modeling Participant untuk mengatasi kendala dan hambatan tersebut.
A.
Hakikat Pembelajaran
Pembelajaran adalah suatu usaha manusia yang dilakukan
dengan tujuan membantu memfasilitasi belajar orang lain secara khusus.
Pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan guru, instruktur dan orang yang
lebih mengerti dengan tujuan untuk membantu peserta didik atau siswa agar ia
dapat belajar dengan mudah. Tujuan pembelajaran pada hakekatnya mengacu pada
hasil yang diharapkan.Ini berarti bahwa dalam merencanakan pembelajaran, tujuan
pembelajaran ditetapkan lebih dulu, selanjutnya semua kegiatan pembelajaran
diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut.
B.
Permainan
Sepak Bola
Untuk bermain bola dengan baik pemain dibekali dengan
teknik dasar yang baik.Pemain yang memiliki teknik dasar yang baik pemain
tersebut cenderung dapat bermain sepak bola dengan baik pula. Berapa teknik
dasar yang perlu dimiliki pemain sepak1bola adalah1menendang,
menghentikan, menggiring, menyundul, merampas, lemparan ke dalam dan menjaga
gawang
C.
Teknik
Menggiring Bola
Pada dasarnya menggiring bola adalah
menendang terputus-putus atau pelan-pelan,oleh karena itu bagian kaki yang dipergunakan
dalam menggiring bola sama dengan kaki yang dipergunakan untuk menendang
bola.Menggiring bola bertujuan antara lain untuk mendekati jarak ke sasaran,
melewati lawan, dan menghambat permainan.Di bawah ini beberapa teknik dasar
menggiring bola
D.
Strategi
Modeling
Menurut Bandura, (dalam Nursalim, dkk, 2005 : 63 ),
yang dimaksud strategi modeling adalah suatu strategi dalam konseling yang
menggunakan proses belajar melalui pengamatan terhadap model dan perubahan
perilaku yang terjadi karena peniruan.
Dari pendapat di atas dalam penelitian ini dapat
disimpulkan bahwa strategi modeling merupakan suatu proses belajar yang
mengamati model untuk merangsang individu dan perubahan tingkah laku individu
dimana perubahan tingkah laku terjadi melalui proses peniruan terhadap model.
E.
Modeling
Partisipan Dalam Peningkatan Kemampuan Menggiring Bola Pada Pembelajaran Sepak
Bola
Ada beberapa faktor mengapa siswa kurang fokus dalam
menerima materi sepak bola khususnya menggiring bola dikarenakan model
pembelajaran yang diberikan kurang menarik minat siswa dalam mengikuti KBM,
sehingga siswa kurang dalam keterampilan menggiring bola.
Menurut Bandura, (dalam Nursalim, dkk, 2005 : 63 ),
yang bermaksud strategi modeling adalah suatu strategi dalam konseling yang
menggunakan proses belajar melalui pengamatan terhadap model dan perubahan
perilaku yang terjadi karena peniruan.
Dengan diberikannya strategi modeling partisipan,
diharapkan siswa dapat menguasai salah satu teknik sepak bola dengan baik yaitu
menggiring bola serta dapat meningkatkan kemampuan menggiring bola dalam
pembelajaran sepak bola.
Metode
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tindakan
kelas yang selanjutnya diberikan tes pada siswa yang menjadi subyek penelitian.
Data hasil penelitian akan disajikan dalam bentuk diskriptif. Serta desain ini bersifat
siklus yang berkelanjutan yang merupakan ciri dari penelitian tindakan kelas,
penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri7 Bojonegoro yang mengamati untuk mengidentifikasi
keadaan subyek yang akan diteliti. Setelah itu menetapkan pembelajaran berikutnya.Setelah
siswa paham dan mengerti tentang pembelajaran yang sudah disampaikan maka siswa
diberikan tes kemampuan siswa jika diberikan perlakuan tertentu, dalam hal ini perlakuannya
adalah dengan penerapan metode modeling partisipan.
Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berikut: Tes
Keterampilan menggiring bola. Keterampilan menggiring bola pada pembelajaran
sepak bola adalah : a) 10 bola; b) 32 cone;
c) Garis pembatas (rafia) d) Meteran; e) Stopwacth; f)Peluit; g) Lapangan sepak bola; h) Blangko dan alat
tulis untuk mencatat hasil tes. Observasi (Pengamatan) menggunakan instrumen observasi dengan bentuk skala
Likert. Kriteria atau
kategori pensekorannya adalah: Nilai tertinggi 5 dan terendah 1. Skor 5 jika
siswa dapat menggiring bola (kaki dalam, kaki luar, dan punggung kaki) dengan
sangat baik, skor 4 jika siswa dapat menggiring bola (kaki dalam, kaki luar,
dan punggung kaki) dengan baik, skor 3 jika siswa dapat menggiring bola (kaki
dalam, kaki luar, dan punggung kaki)
dengan cukup baik, skor 2 jika siswa dapat menggiring bola (kaki dalam,
kaki luar, dan punggung kaki) dengan kurang baik, dan skor 1 jika siswa dapat menggiring
bola (kaki dalam, kaki luar, dan punggung kaki) dengan kurang sekali. Nilai
maksimal dari penilaian praktek menggiring
bolapada pembelajaran sepak bola adalah 25, dan nilai terendahnya 5.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah tes unjuk keterampilan. Data yang terdapat dalam penelitian ini adalah
data mengenai hasil tes keterampilan menggiring bola, tujuan dari tes ini adalah
untuk mengukur keterampilan menggiring bola pada pembelajaran sepak bola.
Data yang diperoleh dari hasil tes praktek dan pengamatan selama proses
pembelajaran, dan hasil pembelajaran dianalisis dengan taknik analisis data
kualitatif, analisis data penelitian dilakukan dengan menggunakan beberapa pedoman
yang
dijadikan sebagai indicator dalam penganalisisan data hasil proses
belajar siswa.
Untuk tes keterampilan menggiring bola pada pembelajaran sepak bola. Untuk
observasi atau pengamatan menggiring bola. Teknik yang digunakan untuk mengetahui hasil tes keterampilan
menggiring bola pada pembelajaran sepak bola adalah sebagai berikut:
=
Batasan ketuntasan yang
digunakan dalam penelitian ini adalah batasan kelulusan porposiveyang mengacu pada penilaian acuan patokanartinya bila siswa mampu mencapai 71% atau lebih dinyatakan tuntas, angka 71% dari nilai 71 (nilai minimal) dibagi 100 dan dikali 100% (Sudjana, 1991:107).
Hasil
Pada hasil deskripsi data ini
hanya membahas tentang persentase ketuntasan belajar siswa untuk mengetahui
seberapa besar peningkatanya, selama peneliti melakukan tindakan penerapan metodemodelling
partisipan pada pembelajaran sepak bola yang sudah diajarkan, dan uraian
berikut ini menyajikan hasil pengolahan dan serta interprestasinya
Tabel 4.1 Hasil
Tes Tindakan
|
No
|
Perte
muan
|
Penilaian Kognitif
|
Penilaian Psikomotor
|
Penilaian Afektif
|
Rekapitulasi
|
|
1
|
Tes Awal
|
60,38%
|
56,07%
|
63,24%
|
59,90%
|
|
2
|
Siklus 1
|
68,76%
|
65,25%
|
70,29%
|
68,10%
|
|
3
|
Siklus 2
|
77,71%
|
73,86%
|
79,05%
|
76,88%
|
Untuk mengetahui
perkembangan prestasi belajar siswa berikut dikemukakan rekapitulasi perkembangan
prestasi belajar siswa pada akhir siklus 1 dan siklus 2 sebagaimana dapat dilihat
pada tabel 4.2.
Tabel 4.2 Rekapitulasi Perkembangan Prestasi Belajar Siswa
|
ASPEK
|
HASIL REKAPITULASI
|
||
|
STUDI
AWAL
|
SIKLUS 1
|
SIKLUS 2
|
|
|
Jumlah siswa
yang tuntas
|
3
|
9
|
33
|
|
Jumlah siswa
yang belum tuntas
|
32
|
26
|
2
|
|
Rarata tingkat
ketuntasan
|
59,90%
|
68,10%
|
76,88%
|
a) Ditinjau dari rerata tingkat ketuntasan belajar
siswa secara individual pada tiap siklus pembelajaran terlihat ada peningkatan,
dari 59,90% pada studi awal, 68,10% pada siklus 1 menjadi 76,88% pada siklus 2.
b) Dilihat dari jumlah siswa yang tuntas
belajarnya juga ada peningkatan, dimana pada studi awal ada 3 siswa yang telah tuntas, siklus 1 ada 9 siswa
yang telah tuntas dan pada siklus 2 ada 33 siswa yang telah tuntas belajarnya.
c) Atas dasar fenomena tersebut dapat dikemukakan
bahwa penggunaan metode modelling participan pada pembelajaran sepak cukup efektif
untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran teknik dasar
menggiring bola pada permainan sepak bola di kelas VII-B SMP Negeri 7 Bojonegoro.
Penerapan metode modeling partisipan pada pembelajaran sepak bola dapat
meningkatkan hasil belajar tehnik
menggiring bola pada siswa-siswi kelas VII-B SMP Negeri 7 Bojonegoro. Pada
hasil rerata tes awal(sebelum diberikanya perlakuan) siswa hanya mampu mencapai
59,90%, dan ditinjau dari rerata
tingkat ketuntasan belajar siswa secara individual pada tiap siklus
pembelajaran terlihat ada peningkatan dari 68,10% pada siklus 1 menjadi 76,88%
pada siklus 2.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar