Peran
Guru
dalam
Perspektif Psikologi Pendidikan
Oleh
: Ahmad
Zaenuri,S.Pd.SH.MM
(
Ka SDN Selotinatah 1 Ngariboyo Magetan )
Peran
Guru dari tahun ketahun selalu menempati posisi yang sangat stratgis khususnya
dalam pembentukan karakter dan perilaku manusia. Kehadiran guru di tengah
tengah masyarakat sangat diperlukan, pernah ketika Jepang di bom atom oleh
Sekutu, Kaisar Jepang bertanya “ ada berapa guru yang masih hidup ? “.Ini bukti
nyata peran guru sangat penting dalam kehidupan manusia. Dalam hal ini, guru
harus meningkatkan profesionalismenya melalui pengembangan diri dan terus
memahami ilmu kependidikan sehingga para guru dapat berperan sebagai Orang yang
diGUgu dan ditiRU .
Berikut ini merupakan peran guru, diantaranya.
1.
Guru sebagai Pendidik
Pendidik dalam Undang-undang
Sisdiknas No. 20 tahun 2003 didefinisikan dengan tenaga kependidikan yang
berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, tutor, instruktur, fasilitator,
dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam
menyelenggarakan pendidikan.
Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun
2003, Bab XI Pasal 39 Ayat 2 dikatakan bahwa Guru sebagai pendidik adalah
tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses
pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan
serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Peran guru sebagai pendidik
merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan
dorongan (supporter), tugas-tugas pengawasan dan pembinaan (supervisor) serta
tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi
patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan
masyarakat.
Peran guru sebagai pendidik
merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas- tugas memberi bantuan dan
dorongan, tugas-tugas pengawasan dan pembinaan serta tugas-tugas yang berkaitan
dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan
sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat. Tugas-tugas ini
berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk
memperoleh pengalaman-pengalaman lebih lanjut. Oleh karena itu tugas guru dapat
disebut pendidik dan pemeliharaan anak. Guru sebagai penanggung jawab pendisiplinan
anak harus mengontrol setiap aktivitas anak-anak agar tingkah laku anak tidak
menyimpang dengan norma-norma yang ada.
Model
pembelajaran berkarakter:
1.
Pembiasaan, adalah
sesuatu yang sengaja dilakukan secara berulang-ulang agar sesuatu itu dapat
menjadi kebiasaan.
2. Keteladanan,
memiliki fungsi untuk membentuk kepribadian anak guna menyiapkan dan
mengembangkan SDM.
3. Pembinaan
disiplin peserta didik, guru harus mampu menumbuhkan disiplin peserta didik,
terutama disiplin diri (self-discipline).
2.
Guru sebagai Pengajar
Guru adalah seseorang yang
pekerjaannya mengajar. Maka, dalam hal ini guru yang dimaksudkan adalah guru
yang memberi pelajaran atau memberi materi pelajaran pada sekolah-sekolah
formal dan memberikan pelajaran atau mengajar materi pelajaran yang diwajibkan
kepada semua siswanya berdasarkan kurikulum yang ditetapkan.
Peran guru ialah pola tingkah laku
tertentu yang merupakan ciri-ciri khas semua petugas dari pekerjaan atau
jabatan tertentu. Guru harus bertanggung jawab atas hasil kegiatan belajar anak
melalui interaksi belajar mengajar. Guru merupakan faktor yang mempengaruhi
berhasil atau tidaknya proses belajar, dan karenanya guru harus menguasai
prinsip-prinsip belajar di samping menguasai materi yang akan diajarkan. Dengan
kata lain guru harus mampu menciptakan suatu kondisi belajar yang
sebaik-baiknya.
Kegiatan belajar peserta didik
dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya:
- Motivasi
- Kematangan
a.
Hubungan peserta didik dengan guru
b.
Tingkat kebebasan
c.
Rasa aman
d.
Keterampilan guru dalam berkomunikasi
Jika faktor-faktor di atas dipenuhi,
maka melalui pembelajaran, peserta didik dapat belajar dengan baik. Guru harus
berusaha membuat sesuatu menjadi jelas bagi peserta didik dan terampil dalam
memecahkan masalah.
Dalam kegiatan pembelajaran, guru
akan bertindak sebagai fasilisator dan motivator yang bersikap akrab dengan
penuh tanggung jawab, serta memperlakukan peserta didik sebagai mitra dalam
menggali dan mengolah informasi menuju tujuan belajar mengajar yang telah
direncanakan. Guru dalam melaksanakan tugas profesinya selalu dihadapkan pada
berbagai pilihan, karena kenyataan di lapangan kadang tidak sesuai dengan
harapan, seperti cara bertindak, bahan belajar yang paling sesuai, metode
penyajian yang paling efektif, alat bantu yang paling cocok, langkah-langkah
yang paling efisien, sumber belajar yang paling lengkap, sistem evaluasi yang
sesuai.
Ada beberapa hal yang harus
dilakukan oleh seorang guru dalam pembelajaran, yaitu: 1)Membuat ilustrasi; 2) Bertanya
dan merespon; 3) Menciptakan kepercayaan; 4) Memberikan pandangan yang
bervariasi; 5) Menyediakan media untuk mengkaji materi; 5) Meyesuaikan metode
pembelajaran
Agar pembelajaran memiliki kekuatan
yang maksimal, guru harus senantiasa berusaha untuk mempertahankan dan
meningkatkan semangat yang telah dimilikinya ketika mempelajari materi. Dalam
pembelajaran, seorang guru juga berperan sebagai seorang pembimbing yang
senantiasa memberikan bimbingan kepada anak didik nya.
Bimbingan adalah proses pemberian
bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang
dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimum terhadap sekolah,
keluarga serta masyarakat.
Dalam keseluruhan proses pendidikan
guru merupakan faktor utama. Dalam tugasnya sebagai pendidik, guru memegang
berbagai jenis peran yang mau tidak mau harus dilaksanakan sebaik-baiknya.
Setiap jabatan atau tugas tertentu akan menuntut pola tingkah laku tertentu
pula. Sehubungan dengan peranannya sebagai pembimbing, seorang guru harus:
1.
Mengumpulkan data tentang siswa
2.
Mengamati tingkah laku siswa dalam situasi sehari-hari
3.
Mengenal para siswa yang memerlukan bantuan khusus
4.
Mengadakan pertemuan atau hubungan dengan orangtua siswa
baik secara individu maupun secara kelompok untuk memperoleh saling pengertian
tentang pendidikan anak.
5.
Bekerja sama dengan masyarakat dan lembaga lainnya untuk
membantu memecahkan masalah siswa
6.
Membuat catatan pribadi siswa serta menyiapkannya dengan
baik
7.
Menyelenggarakan bimbingan kelompok atau individu
8.
Bekerja sama dengan petugas bimbingan lainnya untuk membantu
memecahkan masalah siswa
9.
Menyusun program bimbingan sekolah bersama-sama dengan
petugas bimbingan lainnya
10.
Meneliti kemajuan siswa baik di sekolah maupun di luar
sekolah.
Berdasarkan uraian di atas maka
jelaslah bahwa peran guru baik sebagai pengajar maupun sebagai pembimbing pada
hakekatnya saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Dengan kata lain, kedua
peran tersebut harus dilaksanakan secara berkesinambungan dan sekaligus
merupakan keterpaduan.
Berikut
merupakan peran guru, diantaranya.
1.
Guru Sebagai Korektor, guru harus dapat membedakan nilai yang baik dan man nilai
yang buruk.Semua nilai yang baik harus guru pertahankan dan nilai yang buruk
harus disingkirkan dari watak dan jiwa anak didik.
2.
Guru Sebagai Inspirator, guru harus dapat memberikan ilham yang baik bagi kemajuan
anak didik. Guru harus dapat memberi petunjuk (ilham) bagaimana cara belajar
yang baik.
3.
Guru Sebagai Informator, guru harus dapat memberikan informasi perkembangan ilmu
penetahuan dan teknologi, selain bahan pelajarn untuk setiap mata pelajaran
yang telah diprogramkan dalam kurikulum.
4.
Guru Sebagai Organisator, guru memiliki kegiatan pengelolaan akademik, menyusun tata
tertib sekolah, menyusun kalender akademik, dan sebagainya.
5.
Guru Sebagai Motivator, guru hendaknya dapat mendorong anak didik agar bergairah dan
aktif belajar. Peran ini sangat penting dalam interaksi edukatif.
6.
Guru Sebagai Inisiator, guru harus dapat menjadi pencetus ide-ide kemajuan dalam
pendidikan dan pengajaran. Bukan mengikuti terus tanpa mencetuskan ide-ide
inovasi.
7.
Guru Sebagai Fasilitator, guru hendaknya dapat menyediakan fasilitas yang
memungkinkan kemudahan kegitan belajar anak didik, menciptakan lingkungan
belajar yang menyenangkan.
8.
Guru Sebagai Pembimbing, guru membimbing anak menjadi manusia dewasa susila yang cakap
dan mandiri.
9.
Guru Sebagai Demonstrator, mempergakan apa yang diajarkan secara diktatis, sehingga
apa yang guru inginkan sejalan dengan pemahaman anak didik, tujuan pengajaran
tercapai dengan efektif dan efisien.
10.
Guru Sebagai Pengelola Kelas, agar anak didik betah tinggal di kelas dengan motivasi yang
tinggi untuk senantiasa belajar di dalamnya.
11.
Guru Sebagai Mediator, guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang
media pendidikan baik jenis dan bentuknya, baik media material maupun
nonmaterial.
12.
Guru Sebagai Supervisor, guru dapat membantu, memperbaiki, dan menilai secara kritis
terhadap proses pengajaran.
13.
Guru Sebagai Evaluator, guru dituntut untuk menjadi seorang evaluator yang baik dan
jujur, dengan memberikan penilaian yang menyngkut intrinsik maupun ekstrinsik.
Guru tidak hanya menilai produk, tetapi juga menilai proses.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan, bahwaPsikologi pendidikan merupakan salah satu cabang dari ilmu
psikologi yang mempelajari penerapan teori-terori psikologi dalam pembelajaran.
Dengan siswa sebagai objek utama dari pendidikan, di mana tanpa adanya siswa
proses belajar mengajar tidak akan terjadi.
Sesuai
dengan perkembangan zaman,guru dihadapkan pada tantangan yang cukup berat.Yang
dihadapapi guru adalah makluk hidup yang memiliki masa depan,untuk itu guru
dituntut selalu berkembang agar predikat Guru Profesional tdak hanya semacam
label tanpa makna, tetapi harus lebih dari itu yaitu guru yang mampu
menstranfer pengetahuan,pendidikan dan ketrampilan serta karakter yang mampu
menghantar para peserta didiknya menuju pada dunia global yang berkarakter
mulia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar