MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DALAM UPAYA
MEMBANTU PESERTA DIDIK
MENINGKATKAN PRESTASI DI KELOMPOK B1 SEMESTER I
TK PSM 1 KAWEDANAN
Nama : KAMSIRAH,
S.Pd.
Unit Kerja: TK PSM 1 Kawedanan Kab. Magetan
Abstrak: Masalah dalam penelitian ini adalah 1) Apakah penerapan model
pembelajaran inkuiri dapat membantu peserta didik dalam memahami
materi Bahasa? 2) Apakah penerapan model
pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan prestasi peserta didik TK
Kelompok B1?; 3) Bagairnana penerapan model pembelajaran inkuiri mengatasi
kesulitan peserta didik dalam mempelajari Bahasa?. Adapun tujuan maksud dan
tujuannya adalah 1) Untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran
inkuiri dapat membantu peserta didik dalam memahami materi Bahasa; 2) Untuk
mengetahui apakah penerapan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan
prestasi peserta didik TK Kelompok B1; 3)Untuk mengetahui bagaimana penerapan
model pembelajaran inkuiri mengatasi kesulitan peserta didik dalam mempelajari Bahasa.
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di
TK PSM 1 Kawedanan Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan, dimana peneliti melaksanakan
tugas sebagai guru. Obyek penelitian adalah kelompok B1 semester I TK PSM 1 Kawedanan Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan tahun
pelajaran 2014/2015. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan yaitu petengahan
bulan Agustus sampai pertengahan bulan Oktober 2014.
Dari hasil nilai Pembelajaran pokok
bahasan mengenal macam-macam
fauna dengan menggunakan
metode inkuiri menunjukkan prestasi belajar anak meningkat dari siklus ke
siklus. Dapat diketahui bahwa hasil nilai anak yang mendapatkan bintang 4 sebelum siklus : 3 anak (12%) , siklus pertama : 5 anak (20%) dan siklus kedua : 10
anak (40%). Hal ini
menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan prestasi belajar anak pada Pembelajaran Bahasa kelompok B1 semester I TK PSM 1 Kawedanan Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan tahun
pelajaran 2014/2015.
Kata Kunci: metode inkuiri, prestasi belajar
Dalam kegiatan
belajar secara individu guru banyak menghadapi peserta didik yang masing-masing
mendapat kesempatan yang sama dalam memperoleh bantuan atau bimbingan dari guru
secara individu. Karena belajar secara individu memberikan kesempatan peserta
didik belajar sesuai dengan kecepatan, cara, kemampuan dan minatnya. Hal ini sesuai
dengan pendapat yang menyatakan "Prestasi belajar yang dicapai seseorang
tergantung dari tingkat potensinya (kemampuan) baik yang berupa kecerdasan
maupun bakat." (Rochman Natawijaya Drs. : 1983 : 25).
Karena
kegiatan belajar mengajar diperlukan suatu ketekunan, keuletan berfikir serta
kreatifitas yang tinggi. Jadi, selama proses belajar itu berlangsung, individu
akan senantiasa berada dalam berbagai aktivitas yang tidak terlepas dari
lingkungannya. Dengan demikian,
belajar dipandang efektif apabila peserta didik melakukan tingkah laku secara
aktif.
Hal tersebut seperti dalam
belajar Bahasa tidak lain merupakan belajar Bahasa konsep. Konsep dalam Bahasa
hampir selalu tersusun dari konsep lain yang mendahuluinya atau dengan kata
lain bahwa dalam Bidang Pengembangan Bahasa
terdapat kejenjangan. Ini berarti suatu konsep yang tidak dipahami secara baik,
akan menyulitkan pemahaman konsep berikutnya.
Pemahaman konsep dalam Bahasa
diperlukan kesiapan intelektual dan pengalaman belajar terdahulu yang sesuai.
Lebih lanjut (Hujodo;1979;49) menyatakan, "Karena Bahasa itu merupakan
ilmu yang berstruktur dan cara memilikinya menggunakan abstraksi dan
generalisasi, maka kesiapan intelektual merupakan salah satu konsep dalam Bahasa
juga merupakan kesiapan intelektual untuk memahaminya".
Melihat kondisi saat ini, yang
mana peserta didik masih menganggap Bahasa itu sulit, membosankan bahkan
menakutkan. Maka dalam proses belajar mengajar guru harus menanamkan dan memberi
pengertian pada peserta didik bahwa belajar Bahasa tidak sesulit seperti apa yang mereka
bayangkan, tapi sebaliknya
suatu ilmu yang semakin dalam
kita pahami akan memberikan keasyikan bahkan dapat dijadikan sebagai obat
stress.
Metode Inkuiri
Inkuiri adalah suatu kegiatan sesuatu dengan cara mencari kesimpulan atau
menemukan, keyakinan tertentu melalui proses berpikir secara teratur, runtut
dan bisa diterima akal.
Metode inkuiri merupakan kegiatan belajar mengajar dimana peserta didik
dihadapkan pada masalah untuk kemudian dicari solusinya, solusi tersebut belum
tentu merupakan pemecahan atas masalah yang dihadapi. Dapat juga jawaban
tersebut hanya sampai pada tingkat menemukan hal - hal yang menyebabkan timbulnya
masalah tersebut. Dan inilah yang membedakan metode inkuiri dengan metode
pemecahan masalah (Problem Solving) yang lebih menitik beratkan pada pemecahan masalah
yang dihadapi oleh peserta didik.
Kegiatan inkuiri dapat dilakukan secara perorangan, kelompok ataupun
seluruh kelas, baik dilakukan didalam maupun diluar kelas. Inkuiri dapat
dilakukan dengan berbagai cara seperti diskusi antar peserta didik, berbagi dan bertanya antara guru
dengan peserta didik, dan sebagainya.
Pelaksanaan inkuiri dapat dimaksudkan untuk mencari jawaban tertentu yang
sudah pasti ataupun kemungkinan pilihan atau alternatif jawaban atas masalah
tertentu. Penggunaan metode inkuiri bertujuan untuk;
1. Mengembangkan sikap, kepercayaan, keterampilan peserta didik dalam memecahkan masalah atau memutuskan sesuatu secara tepat.
2. Mengembangkan
kemampuan berpikir peserta didik agar lebih tanggap, cepat dan nalar.
3. Membina dan
mengembangkan sikap ingin lebih tahu lebih jauh dan mengungkapkan aspek
pengetahuan maupun sikap.
Tinjauan Prestasi Belajar
Seseorang dikatakan berprestasi bila ia dapat mencapai suatu hasil yang
maksimal dari apa yang telah dilakukan. Kata prestasi yang terdapat pada kamus
umum Bahasa Indonesia "Prestasi adalah hasil yang telah dicapai"
(W,J,S. Poerwadarminto 1976 : 768).
Menurut Anwar (1976 : 16)
prestasi belajar adalah kemampuan aktual seseorang sebagai hasil belajar yang
dapat diukur dengan mengadakan test. Karena faktor pertumbuh dan faktor
kesempatan tiap anak sama, sehingga kalau digabungkan dengan kegiatan belajar
anak di sekolah adalah kecakapan nyata secara maksimal sebagai hasil dari
kegiatan belajar.
Pengertian belajar pada
hakekatnya memang terdapat bermacam-macam. Maka peneliti menggabungkan dari
beberapa ahli antara lain : Belajar adalah suatu perubahan tingkah laku sebagai
hasil dari pengalaman yang lalu, perubahan yang dapat diamati pada perkembangan sejak lahir sampai mati adalah dari proses belajar. Belajar
adalah:1) Belajar membawa perubahan; 2) Perubahan itu pada hakekatnya terjadi
karena adanya usaha yang disengaja; 3) Dengan
adanya usaha belajar
diharapkan tercapai hasil
belajar yang maksimal.
Jadi suatu perubahan tertentu baik yang berupa pengetahuan, keterampilan
maupun perubahan tingkah laku dan sikap tertentu dari semula yang tidak
dimilikinya. Dalam hal ini Sujianto (1981:21) menyatakan: pada hakekatnya
belajar adalah suatu proses perubahan yang terus menerus pada diri anak didik,
karena usaha mencapai kehidupan atas bimbingan-bimbingan tentang cita-citanya
dan sesuai dengan cita-citanya, falsafah hidupnya. Higlaid sebagaimana dikutib
dan diterjemahkan oleh S Nasution (1982 : 36) mengatakan : Belajar adalah
melakukan atau mengubah suatu kegiatan melalui jalan latihan (apakah dalam
laboraturiun atau dalam lingkungan alamiah) yang dibedakan dari perubahan-perubahan
faktor-faktor yang tidak termasuk latihan. Selanjutnya Winkel (1983:15)
mengatakan : Belajar pada manusia merupakan suatu prose psikis yang berlangsung
dalam interaksi aktif subyek dengan lingkungannya dan menghasilkan
perubahan-perubahan dalam pengalaman, keterampilan, nilai dan sikap yang
bersifat konstan atau menetap.
Perubahan-perubahan itu dapat berupa sesuatu yang baru, yang segera
nampak dalam perilaku nyata atau masih tinggal tersembunyi. Mungkin juga perubahan hanya berupa
penyempurnaan terhadap hal yang sudah pernah dipelajari. Suatu penyesuaian
secara umum bahwa terdapat perubahan dalam belajar itu. Perubahan itu
nampak suatu kecakapan, pengetahuan, pengertian atau cara berfikir nilai dan
sikap. Jelas bahwa orang yang belajar tidak sama keadaannya sebelum ia melakukan perubahan
belajar. Ia akan merasa
bahagia, menjadi lebih pandai mencari jalan keluar dalam pemecahan masalah-masalah
yang dihadapi.
Perubahan belajar ini juga merupakan proses sadar atau setidak-tidaknya
dapat menjadi sadar dan perubahan-perubahan itu merupakan aspek kepribadian
yang berfungsi terus menerus sehingga pengalamannya tidak bersifat statis namun
tetap dinamis. Setiap macam kegiatan belajar menghasilkan suatu perubahan yang
khas, yaitu hasil belajar.
Hasil belajar tampak dalam suatu prestasi yang diperoleh peserta didik dan
prestasi merupakan suatu pernyataan atau perbuatan yang maksimal.
Tinjauan Tentang Bahasa
Bahasa sering kali dilukiskan
sebagai kumpulan sistem yang mempunyai struktur masing-masing dengan unsur yang
tidak didefinisikan. Bahasa dipandang sebagai struktur hubungan yang memerlukan
symbol formal, simbol itu membantu memanipulasi aturan-aturan yang beroperasi
dalam struktur.
Johnson dan Rising (
dalam Suherman, 1992 : 120 ) mendefinisikan Bahasa sebagai berikut: ”Bahasa adalah pola
berfikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang logik.” Bahasa adalah bahasa
yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas dan akurat, representatifnya
dengan simbol. Beberapa pengertian tentang Bahasa diatas memberikan petunjuk
bahwa belum ada kesepakatan mengenai definisi Bahasa secara
jelas.
Masih banyak definisi-definisi tentang Bahasa, tetapi tidak satupun
perumusan yang dapat diterima secara umum. Untuk memahami hakikat Bahasa,
seseorang harus mencoba mempelajari sendiri ilmu Bahasa yaitu dengan cara
mempelajari, mengkaji dan mengerjakannya. Dengan demikian seseorang akan lebih
dapat memahami apa arti dari Bahasa itu.
Berkaitan hal tersebut, Ruseffendi (1995 ; 60) mengemukakan
bahwa Bahasa itu merupakan suatu ilmu yang berhubungan dengan penelaahan
bentuk-bentuk atau struktur-struktur yang abstrak dan hubungan diantara hal-hal
itu Bahasa dimulai dari unsur-unsur yang tidak didefinisikan terus ke aksioma atau postulat sampai ke dalil atau teorema.
Metode Penelitian
Penelitian
tindakan kelas ini dilakukan di TK PSM 1, di mana peneliti melaksanakan tugas
sebagai kepala sekolah dan guru TK tersebut. Obyek penelitian adalah peserta
didik Kelompok B1 semester I TK PSM 1 Kawedanan Kecamatan Kawedanan Kabupaten
Magetan tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan yaitu petengahan bulan Agustus
sampai pertengahan bulan Oktober 2014.
Populasi dan sampel
dalam penelitian ini adalah peserta didik Kelompok B1 semester I TK PSM
1 Kawedanan Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan yang berjumlah 25 peserta didik. Dan dalam penelitian tindakan kelas ini peneliti
menggunakan metode dokumentasi dan observasi, karena peneliti merasa bahwa
metode ini sangat tepat untuk pelaksanaan penelitian ini.
Metode dokumentasi merupakan
metode pengumpulan data melalui penglihatan dan pemeriksanaan dokumen-dokumen
atau catatan-catatan yang berhubungan dengan permasalahan yang akan dipecahkan
dalam penelitian. Setelah melakukan metode dokumentasi ini, peneliti memperoleh
data prestasi belajar peserta didik yang diperoleh pada tes awal dalam
penelitian ini.
Metode observasi adaiah metode
pengumpulan data melalui pengamatan. Metode observasi ini dilakukan oleh
kolaboran pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Dan yang menjadi
sasaran dalam observasi ini adalah guru dan peserta didik.
Analisa dilakukan berdasarkan panduan
penilaian kemampuan dasar anak yaitu :
1. ★★★★ (Bintang 4) apabila
anak sangat mampu dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru.
2. ★★★ (Bintang 3) apabila
anak telah mampu melaksanakan tugas dari guru tanpa dibantu oleh teman ataupun
guru.
3. ★★ (Bintang 2) apabila
anak mampu melaksanakan tugas tetapi masih memerlukan bantuan guru.
4. ★ (Bintang 1) apabila anak belum mencapai apa yang
diharapkan, tetapi anak sudah melaksanakan tugas.
Pelaksanaan penelitian ini
berbentuk siklus yang terdiri dari 2 siklus yang masing-masing meliputi:
Planning, Acting, Observing dan Reflecting. Tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Permasalahan yang belum dapat dipecahkan
dalam siklus pertama direfleksikan bersama Tim peneliti dalam suatu pertemuan
kolaborasi, untuk mencari penyebabnya, selanjutnya peneliti merencanakan
berbagai langkah perbaikan untuk diterapkan pada siklus kedua.
Peneliti menganalisa data
hasil pengamatan selama proses belajar mengajar pada siklus pertama bahwa masih
rendahnya hasil belajar peserta didik TK Kelompok B1 pada semester I yaitu sebelum siklus
diperoleh hasil, anak yang mendapatkan bintang 4 sejumlah 3
anak (12%) dan pada siklus
pertama meningkat menjadi 5
anak (20%). Hal tersebut menunjukkan bahwa aktifitas dan prestasi belajar peserta didik
masih rendah dan belum mendapatkan hasil yang optimal.
Data hasil pengamatan selama proses belajar
mengajar pada siklus kedua sebagai berikut: nilai bintang 4 sebanyak 3 anak (12%), siklus pertama meningkat menjadi 5 anak (20%), dan pada siklus kedua meningkat lagi menjadi 10 anak (40%). Hal ini menujukkan bahwa aktifitas dan prestasi belajar peserta
didik meningkat dengan hasil
yang sudah optimal.
Proses Analisis Data
Untuk mengetahui hasil belajar peserta didik maka proses
analisis data yang perlu diadakan adalah sebagai berikut :
Reduksi nilai data
Sebelum Siklus
|
No.
|
Skor
|
Kriteria
|
Juml
|
|
1.
|
★★★★
|
Sangat
mampu
|
3
|
|
2.
|
★★★
|
Mampu tanpa bantuan guru/ teman
|
6
|
|
3.
|
★★
|
Mampu dengan bantuan guru/ teman
|
11
|
|
4.
|
★
|
Belum mampu
|
5
|
·
Siklus
I (Pertama)
|
No.
|
Skor
|
Kriteria
|
Jumlah
|
|
1.
|
★★★★
|
Sangat mampu
|
5
|
|
2.
|
★★★
|
Mampu tanpa
bantuan guru/ teman
|
7
|
|
3.
|
★★
|
Mampu dengan
bantuan guru/ teman
|
10
|
|
4.
|
★
|
Belum mampu
|
3
|
·
Siklus
II (Kedua)
|
No.
|
Skor
|
Kriteria
|
Jumlah
|
|
1.
|
★★★★
|
Sangat mampu
|
10
|
|
2.
|
★★★
|
Mampu tanpa
bantuan guru/ teman
|
8
|
|
3.
|
★★
|
Mampu dengan
bantuan guru/ teman
|
7
|
|
4.
|
★
|
Belum mampu
|
0
|
Paparan data
Penganalisisan
data dari sebelum siklus sampai dengan siklus kedua atau siklus akhir penulis dapat menyajikan data yang diperoleh
sebagai berikut:
·
Anak
yang mendapatkan nilai ★★★★ (bintang
4)
Kenaikan siklus Ke I = 5 – 3 = 2 (8%)
Kenaikan siklus Ke II = 10 – 5 = 5 (20%)
Rata-rata Siklus I dan II =
=
= 3,5 (14%)
Sesuai hasil penganalisisan
data pelaksanaan siklus penelitian yang telah dijalankan dari sebelum siklus
sampai siklus terakhir diperoleh kenaikan nilai rata-rata hasil belajar peserta
didik TK Kelompok B1 yang
mendapat bintang 4 pada
Bidang Pengembangan Bahasa yaitu pada
siklus pertama diperoleh rata-rata sebanyak 8% dan pada siklus kedua diperoleh rata-rata sebanyak 20%. Peneliti menyimpulkan bahwa dari pelaksanaan siklus
penelitian yang telah dijalankan menunjukkan ada peningkatan rata-rata hasil
belajar peserta didik sebesar 14%.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar