Senin, 30 Januari 2017

MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DALAM UPAYA MEMBANTU PESERTA DIDIK MENINGKATKAN PRESTASI DI KELOMPOK B1 SEMESTER I TK PSM 1 KAWEDANAN


Nama   : KAMSIRAH, S.Pd.
Unit Kerja: TK PSM 1 Kawedanan Kab. Magetan

Abstrak: Masalah dalam penelitian ini adalah 1) Apakah penerapan   model   pembelajaran   inkuiri   dapat membantu peserta didik dalam memahami materi Bahasa? 2) Apakah   penerapan   model   pembelajaran   inkuiri   dapat meningkatkan prestasi peserta didik TK Kelompok B1?; 3) Bagairnana penerapan model pembelajaran inkuiri mengatasi kesulitan peserta didik dalam mempelajari Bahasa?. Adapun tujuan maksud dan tujuannya adalah 1) Untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran inkuiri dapat membantu peserta didik dalam memahami materi Bahasa; 2) Untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan prestasi peserta didik TK Kelompok B1; 3)Untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran inkuiri mengatasi kesulitan peserta didik dalam mempelajari Bahasa.
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di TK PSM 1 Kawedanan Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan, dimana peneliti melaksanakan tugas sebagai guru. Obyek penelitian adalah kelompok B1 semester I TK PSM 1 Kawedanan Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan yaitu petengahan bulan Agustus sampai pertengahan bulan Oktober 2014.
Dari hasil nilai Pembelajaran pokok bahasan mengenal macam-macam fauna dengan menggunakan metode inkuiri menunjukkan prestasi belajar anak meningkat dari siklus ke siklus. Dapat diketahui bahwa hasil nilai anak yang mendapatkan bintang 4 sebelum siklus : 3 anak (12%) , siklus pertama : 5 anak (20%) dan siklus kedua : 10 anak (40%). Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan prestasi belajar anak pada Pembelajaran Bahasa kelompok B1 semester I TK PSM 1 Kawedanan Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan tahun pelajaran 2014/2015.
Kata Kunci: metode inkuiri, prestasi belajar



Dalam kegiatan belajar secara individu guru banyak menghadapi peserta didik yang masing-masing mendapat kesempatan yang sama dalam memperoleh bantuan atau bimbingan dari guru secara individu. Karena belajar secara individu memberikan kesempatan peserta didik belajar sesuai dengan kecepatan, cara, kemampuan dan minatnya. Hal ini sesuai dengan pendapat yang menyatakan "Prestasi belajar yang dicapai seseorang tergantung dari tingkat potensinya (kemampuan) baik yang berupa kecerdasan maupun bakat." (Rochman Natawijaya Drs. : 1983 : 25).
Karena kegiatan belajar mengajar diperlukan suatu ketekunan, keuletan berfikir serta kreatifitas yang tinggi. Jadi, selama proses belajar itu berlangsung, individu akan senantiasa berada dalam berbagai aktivitas yang tidak terlepas dari lingkungannya. Dengan demikian, belajar dipandang efektif apabila peserta didik melakukan tingkah laku secara aktif.
Hal tersebut seperti dalam belajar Bahasa tidak lain merupakan belajar Bahasa konsep. Konsep dalam Bahasa hampir selalu tersusun dari konsep lain yang mendahuluinya atau dengan kata lain bahwa dalam Bidang Pengembangan  Bahasa terdapat kejenjangan. Ini berarti suatu konsep yang tidak dipahami secara baik, akan menyulitkan pemahaman konsep berikutnya.
Pemahaman konsep dalam Bahasa diperlukan kesiapan intelektual dan pengalaman belajar terdahulu yang sesuai. Lebih lanjut (Hujodo;1979;49) menyatakan, "Karena Bahasa itu merupakan ilmu yang berstruktur dan cara memilikinya menggunakan abstraksi dan generalisasi, maka kesiapan intelektual merupakan salah satu konsep dalam Bahasa juga merupakan kesiapan intelektual untuk memahaminya".
Melihat kondisi saat ini, yang mana peserta didik masih menganggap Bahasa itu sulit, membosankan bahkan menakutkan. Maka dalam proses belajar mengajar guru harus menanamkan dan memberi pengertian pada peserta didik bahwa belajar Bahasa tidak sesulit seperti apa yang mereka bayangkan, tapi sebaliknya suatu ilmu yang semakin dalam kita pahami akan memberikan keasyikan bahkan dapat dijadikan sebagai obat stress.
Metode Inkuiri
Inkuiri adalah suatu kegiatan sesuatu dengan cara mencari kesimpulan atau menemukan, keyakinan tertentu melalui proses berpikir secara teratur, runtut dan bisa diterima akal.
Metode inkuiri merupakan kegiatan belajar mengajar dimana peserta didik dihadapkan pada masalah untuk kemudian dicari solusinya, solusi tersebut belum tentu merupakan pemecahan atas masalah yang dihadapi. Dapat juga jawaban tersebut hanya sampai pada tingkat menemukan hal - hal yang menyebabkan timbulnya masalah tersebut. Dan inilah yang membedakan metode inkuiri dengan metode pemecahan masalah (Problem Solving) yang lebih menitik beratkan pada pemecahan masalah yang dihadapi oleh peserta didik.
Kegiatan inkuiri dapat dilakukan secara perorangan, kelompok ataupun seluruh kelas, baik dilakukan didalam maupun diluar kelas. Inkuiri dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti diskusi antar peserta didik, berbagi dan bertanya antara guru dengan peserta didik, dan sebagainya.
Pelaksanaan inkuiri dapat dimaksudkan untuk mencari jawaban tertentu yang sudah pasti ataupun kemungkinan pilihan atau alternatif jawaban atas masalah tertentu. Penggunaan metode inkuiri bertujuan untuk;
1.  Mengembangkan sikap, kepercayaan, keterampilan peserta didik dalam memecahkan masalah atau memutuskan sesuatu secara tepat.
2.  Mengembangkan kemampuan berpikir peserta didik agar lebih tanggap, cepat dan nalar.
3.  Membina dan mengembangkan sikap ingin lebih tahu lebih jauh dan mengungkapkan aspek pengetahuan maupun sikap.
Tinjauan Prestasi Belajar
Seseorang dikatakan berprestasi bila ia dapat mencapai suatu hasil yang maksimal dari apa yang telah dilakukan. Kata prestasi yang terdapat pada kamus umum Bahasa Indonesia "Prestasi adalah hasil yang telah dicapai" (W,J,S. Poerwadarminto 1976 : 768).
Menurut Anwar (1976 : 16) prestasi belajar adalah kemampuan aktual seseorang sebagai hasil belajar yang dapat diukur dengan mengadakan test. Karena faktor pertumbuh dan faktor kesempatan tiap anak sama, sehingga kalau digabungkan dengan kegiatan belajar anak di sekolah adalah kecakapan nyata secara maksimal sebagai hasil dari kegiatan belajar.
Pengertian belajar pada hakekatnya memang terdapat bermacam-macam. Maka peneliti menggabungkan dari beberapa ahli antara lain : Belajar adalah suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman yang lalu, perubahan yang dapat diamati pada perkembangan sejak lahir sampai mati adalah dari proses belajar. Belajar adalah:1) Belajar membawa perubahan; 2) Perubahan itu pada hakekatnya terjadi karena adanya usaha yang disengaja; 3) Dengan   adanya   usaha   belajar   diharapkan   tercapai   hasil   belajar   yang maksimal.
Jadi suatu perubahan tertentu baik yang berupa pengetahuan, keterampilan maupun perubahan tingkah laku dan sikap tertentu dari semula yang tidak dimilikinya. Dalam hal ini Sujianto (1981:21) menyatakan: pada hakekatnya belajar adalah suatu proses perubahan yang terus menerus pada diri anak didik, karena usaha mencapai kehidupan atas bimbingan-bimbingan tentang cita-citanya dan sesuai dengan cita-citanya, falsafah hidupnya. Higlaid sebagaimana dikutib dan diterjemahkan oleh S Nasution (1982 : 36) mengatakan : Belajar adalah melakukan atau mengubah suatu kegiatan melalui jalan latihan (apakah dalam laboraturiun atau dalam lingkungan alamiah) yang dibedakan dari perubahan-perubahan faktor-faktor yang tidak termasuk latihan. Selanjutnya Winkel (1983:15) mengatakan : Belajar pada manusia merupakan suatu prose psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif subyek dengan lingkungannya dan menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengalaman, keterampilan, nilai dan sikap yang bersifat konstan atau menetap.
Perubahan-perubahan itu dapat berupa sesuatu yang baru, yang segera nampak dalam perilaku nyata atau masih tinggal tersembunyi. Mungkin juga perubahan hanya berupa penyempurnaan terhadap hal yang sudah pernah dipelajari. Suatu penyesuaian secara umum bahwa terdapat perubahan dalam belajar itu. Perubahan itu nampak suatu kecakapan, pengetahuan, pengertian atau cara berfikir nilai dan sikap. Jelas bahwa orang yang belajar tidak sama keadaannya sebelum ia melakukan perubahan belajar. Ia akan merasa bahagia, menjadi lebih pandai mencari jalan keluar dalam pemecahan masalah-masalah yang dihadapi.
Perubahan belajar ini juga merupakan proses sadar atau setidak-tidaknya dapat menjadi sadar dan perubahan-perubahan itu merupakan aspek kepribadian yang berfungsi terus menerus sehingga pengalamannya tidak bersifat statis namun tetap dinamis. Setiap macam kegiatan belajar menghasilkan suatu perubahan yang khas, yaitu hasil belajar. Hasil belajar tampak dalam suatu prestasi yang diperoleh peserta didik dan prestasi merupakan suatu pernyataan atau perbuatan yang maksimal.
Tinjauan Tentang Bahasa
Bahasa sering kali dilukiskan sebagai kumpulan sistem yang mempunyai struktur masing-masing dengan unsur yang tidak didefinisikan. Bahasa dipandang sebagai struktur hubungan yang memerlukan symbol formal, simbol itu membantu memanipulasi aturan-aturan yang beroperasi dalam struktur.
Johnson dan Rising ( dalam Suherman, 1992 : 120 ) mendefinisikan Bahasa sebagai berikut: ”Bahasa adalah pola berfikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang logik.” Bahasa adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas dan akurat, representatifnya dengan simbol. Beberapa pengertian tentang Bahasa diatas memberikan petunjuk bahwa belum ada kesepakatan mengenai definisi Bahasa secara jelas.
Masih banyak definisi-definisi tentang Bahasa, tetapi tidak satupun perumusan yang dapat diterima secara umum. Untuk memahami hakikat Bahasa, seseorang harus mencoba mempelajari sendiri ilmu Bahasa yaitu dengan cara mempelajari, mengkaji dan mengerjakannya. Dengan demikian seseorang akan lebih dapat memahami apa arti dari Bahasa itu.
Berkaitan hal tersebut, Ruseffendi (1995 ; 60) mengemukakan bahwa Bahasa itu merupakan suatu ilmu yang berhubungan dengan penelaahan bentuk-bentuk atau struktur-struktur yang abstrak dan hubungan diantara hal-hal itu Bahasa dimulai dari unsur-unsur yang tidak didefinisikan terus ke aksioma atau postulat sampai ke dalil atau teorema.
Metode Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di TK PSM 1, di mana peneliti melaksanakan tugas sebagai kepala sekolah dan guru TK tersebut. Obyek penelitian adalah peserta didik Kelompok B1 semester I TK PSM 1 Kawedanan Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan yaitu petengahan bulan Agustus sampai pertengahan bulan Oktober 2014.
Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik Kelompok B1 semester I TK PSM 1 Kawedanan Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan yang berjumlah 25 peserta didik. Dan dalam penelitian tindakan kelas ini peneliti menggunakan metode dokumentasi dan observasi, karena peneliti merasa bahwa metode ini sangat tepat untuk pelaksanaan penelitian ini.
Metode dokumentasi merupakan metode pengumpulan data melalui penglihatan dan pemeriksanaan dokumen-dokumen atau catatan-catatan yang berhubungan dengan permasalahan yang akan dipecahkan dalam penelitian. Setelah melakukan metode dokumentasi ini, peneliti memperoleh data prestasi belajar peserta didik yang diperoleh pada tes awal dalam penelitian ini.
Metode observasi adaiah metode pengumpulan data melalui pengamatan. Metode observasi ini dilakukan oleh kolaboran pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Dan yang menjadi sasaran dalam observasi ini adalah guru dan peserta didik.
Analisa dilakukan berdasarkan panduan penilaian kemampuan dasar anak yaitu :
1.    ★★★★ (Bintang 4) apabila anak sangat mampu dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru.
2.    ★★★ (Bintang 3) apabila anak telah mampu melaksanakan tugas dari guru tanpa dibantu oleh teman ataupun guru.
3.    ★★ (Bintang 2) apabila anak mampu melaksanakan tugas tetapi masih memerlukan bantuan guru.
4.    (Bintang 1) apabila anak belum mencapai apa yang diharapkan, tetapi anak sudah melaksanakan tugas.
Pelaksanaan penelitian ini berbentuk siklus yang terdiri dari 2 siklus yang masing-masing meliputi: Planning, Acting, Observing dan Reflecting. Tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Permasalahan yang belum  dapat dipecahkan dalam siklus pertama direfleksikan bersama Tim peneliti dalam suatu pertemuan kolaborasi, untuk mencari penyebabnya, selanjutnya peneliti merencanakan berbagai langkah perbaikan untuk diterapkan pada siklus kedua.
Peneliti menganalisa data hasil pengamatan selama proses belajar mengajar pada siklus pertama bahwa masih rendahnya hasil belajar peserta didik TK Kelompok B1  pada semester I yaitu sebelum siklus diperoleh  hasil, anak yang mendapatkan bintang 4 sejumlah 3 anak (12%) dan pada siklus pertama meningkat menjadi 5 anak (20%). Hal tersebut menunjukkan bahwa aktifitas dan prestasi belajar peserta didik masih rendah dan belum mendapatkan hasil yang optimal.
Data  hasil pengamatan selama proses belajar mengajar pada siklus kedua sebagai berikut: nilai bintang 4 sebanyak 3 anak (12%), siklus pertama meningkat menjadi 5 anak (20%), dan pada siklus kedua meningkat lagi menjadi 10 anak (40%). Hal ini menujukkan bahwa aktifitas dan prestasi belajar peserta didik meningkat dengan hasil yang sudah optimal.
Proses Analisis Data
Untuk mengetahui hasil belajar peserta didik maka proses analisis data yang perlu diadakan adalah sebagai berikut :
Reduksi nilai data
Sebelum Siklus
No.
Skor
Kriteria
Juml
1.
★★★★
Sangat mampu
3
2.
★★★
Mampu tanpa bantuan guru/ teman
6
3.
★★
Mampu dengan bantuan guru/ teman
11
4.
Belum mampu
5
·         Siklus I (Pertama)
No.
Skor
Kriteria
Jumlah
1.
★★★★
Sangat mampu
5
2.
★★★
Mampu tanpa bantuan guru/ teman
7
3.
★★
Mampu dengan bantuan guru/ teman
10
4.
Belum mampu
3

·         Siklus II (Kedua)
No.
Skor
Kriteria
Jumlah
1.
★★★★
Sangat mampu
10
2.
★★★
Mampu tanpa bantuan guru/ teman
8
3.
★★
Mampu dengan bantuan guru/ teman
7
4.
Belum mampu
0
Paparan data
Penganalisisan data dari sebelum siklus sampai dengan siklus kedua atau siklus akhir penulis dapat menyajikan data yang diperoleh sebagai berikut:
·      Anak yang mendapatkan nilai ★★★★ (bintang 4)
Kenaikan siklus Ke I       =      5 – 3 = 2 (8%)
Kenaikan siklus Ke II     =      10 – 5 = 5 (20%)
Rata-rata Siklus I dan II =
=  = 3,5 (14%)
Sesuai hasil penganalisisan data pelaksanaan siklus penelitian yang telah dijalankan dari sebelum siklus sampai siklus terakhir diperoleh kenaikan nilai rata-rata hasil belajar peserta didik TK Kelompok B1 yang mendapat bintang 4 pada Bidang Pengembangan  Bahasa yaitu pada siklus pertama diperoleh rata-rata sebanyak 8% dan pada siklus kedua diperoleh rata-rata sebanyak 20%. Peneliti menyimpulkan bahwa dari pelaksanaan siklus penelitian yang telah dijalankan menunjukkan ada peningkatan rata-rata hasil belajar peserta didik sebesar 14%.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar